Diskripsi
UPT PUSAT KAJIAN KERIS
INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA
Aktivitas besalen (tempat/studio untuk membuat keris) yang terdiri dari berbagai eksperimentasi kekaryaan dalam bidang tosan aji (keris) di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, selalu mengedepankan penggalian potensi mulai dari sumber daya manusia sampai dengan teknik serta metode kekaryaan. Dalam setiap proses kerja besalen selain melibatkan para empu (mpu), juga melibatkan pula para mahasiswa khususnya pada Fakultas Seni Rupa dan Desain. Keterlibatan mahasiswa dalam proses kerja dimaksudkan selain sebagai pengenalan kerja besalen juga merupakan ajang penggalian dan pengasahan kemampuan dalam olah kekaryaan tosan aji dan secara lebih luas lagi adalah mempertahankan pola dan pakem pembuatan karya tosan aji (keris). Pemberdayaan potensi tersebut merupakan salah satu metode dalam mempertahankan eksistensi kekaryaan tosan aji di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang aktivitasnya dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kajian Keris.
Tosan aji (keris) merupakan sebuah senjata tradisional yang pada jaman dahulu pengerjaannya dilakukan oleh seorang yang disebut empu (mpu) yang memiliki kemampuan olah batin, olah pikir, dan olah jiwa yang tinggi. Maka keris hasil tangan seorang empu (mpu) adalah sebuah mahakarya yang bernilai tinggi dan bersifat agung. Keris adalah sebuah warisan budaya yang adiluhung, dan dari padanya tercermin makna-makna simbolik dan kekuatan spiritual yang dapat membangkitkan aura kebesaran dan kewibawaan. Pengakuan keris sebagai salah satu warisan budaya dunia hasil karya cipta manusia oleh UNESCO adalah sebuah gambaran mengenai keluhuran dan kebesaran budaya Indonesia. Keris telah ditulis dalam prasasti Poh tahun 827 Saka atau 905 Masehi, selain itu juga terpahat pada relief candi Borobudur dan kemudian pada awal abad ke-14 seiring dengan perkembangan kerajaan Majapahit keris berkembang pesat sampai ke mancanegara. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedigdayaan budaya asli Indonesia (local genius) telah dimulai ratusan tahun yang lalu.
Memahami akan makna sebuah benda seni budaya yang begitu besar, memunculkan semangat untuk terus mengembangkan dan melestarikannya serta menjadikannya sebagai sumber kajian ilmu dan keahlian. Maka sebagai bentuk rasa handarbéni (memiliki) wujud seni budaya, UPT Pusat Kajian Keris ISI-Surakarta bersama dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam warisan seni tradisi akan terus berusaha menjaga dan melestarikan warisan seni budaya dalam suatu kajian konseptual dan eksperimentatif tentang kekaryaan, penelitian dan pengembangan tosan aji (keris) sehingga tidak terpinggirkan oleh arus modernisasi jaman dan tidak tersingkirkan oleh arus pengakuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hello world!
UPT Kajian Keris dikepalai oleh Bp. Rahayu Adi Prabowo, S.Sn., M.Sn.
