Menempa Logam, Membangun Peradaban: Prodi Keris ISI Surakarta

Oleh: KRA. Basuki Teguh Yuwono, M.Sn. (Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI & Dosen Prodi Keris ISI Surakarta)

Salam Budaya,

Di tengah arus globalisasi yang begitu deras, pertanyaan terbesar bagi kita bukanlah “siapa kita kemarin?”, melainkan “akan menjadi siapa kita esok hari?”. Sebagai bangsa yang besar, identitas adalah segalanya. Dan di sinilah, di Program Studi Keris dan Senjata Tradisional Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, kami menawarkan jawaban yang paling otentik.

Prodi Keris ISI Surakarta bukan sekadar tempat kuliah; ini adalah satu-satunya benteng akademis di dunia yang didedikasikan secara khusus untuk mempelajari Tosan Aji (senjata pusaka).

Mengapa Prodi Keris ISI Surakarta?

Sebagai Staf Khusus Menteri Kebudayaan, saya melihat Prodi ini sebagai aset strategis nasional. UNESCO telah mengakui Keris sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2005, namun pengakuan dunia tidak akan bertahan tanpa ada generasi penerus yang merawatnya.

Kuliah di sini adalah sebuah perjalanan spiritual dan intelektual. Kami tidak hanya mencetak ‘tukang’, kami mencetak Empu Akademis—intelektual yang memahami filosofi, namun memiliki tangan yang terampil dalam mencipta.

Apa yang Akan Anda Pelajari?

Kurikulum kami adalah perpaduan unik antara Seni, Sains, dan Spiritualitas:

  • Teknologi Metalurgi & Tempa: Anda akan belajar teknik tempa lipat tradisional yang rumit, memahami karakter besi, baja, dan nikel hingga menjadi pamor yang indah.
  • Filosofi & Simbolisme: Membedah makna di balik setiap dhapur (bentuk) dan pamor. Mengapa keris diciptakan? Apa pesan leluhur di dalamnya?
  • Konservasi & Museologi: Bagaimana merawat pusaka yang berusia ratusan tahun agar tetap lestari.
  • Manajemen Seni & Ekonomi Kreatif: Membawa keris dari ruang sakral ke panggung ekonomi kreatif global tanpa kehilangan marwahnya.

Masa Depan Lulusan

Dunia sedang haus akan otentisitas. Lulusan Prodi Keris memiliki peluang karir yang sangat spesifik dan bergengsi:

  1. Kurator Museum & Konservator: Menjadi ahli di museum-museum nasional maupun internasional.
  2. Seniman & Empu Modern: Menciptakan karya seni logam bernilai tinggi.
  3. Akademisi & Peneliti Budaya: Menjadi ujung tombak literasi budaya nusantara.
  4. Konsultan Budaya: Bagi pemerintah, industri film, hingga kolektor internasional.

Sebuah Undangan Kehormatan

Menjadi mahasiswa Prodi Keris ISI Surakarta berarti Anda mengambil peran sebagai Garda Terdepan Pelestarian Budaya. Anda tidak hanya belajar sejarah, Anda sedang membuat sejarah.

Mari bergabung bersama kami. Mari kita nyalakan api di besalen (bengkel tempa), menempa logam menjadi pusaka, dan menempa diri menjadi manusia Indonesia yang berkarakter.

Rahayu.

Back To Top